PRODUCE X 101 CONCEPT EVALUATION REVIEW
Hai
semua, selamat datang di post-an pertamaku. Disini aku mau me-review evaluasi konsep Produce X 101 jum’at
kemarin (05/07/2019). Dari mulai perfomance,
outfit, stage concept, dan lain-lain yang ‘hanya’ berupa opini pribadi ku
saja.
Sebelumnya,
disini aku tidak bermaksud menggurui. Hanya sekedar mengutarakan apa pendapatku
tentang evaluasi kemarin.
Baik, selamat membaca.
5.
Super Special Girl
Trainee
:
Park
Sunho(SidusHQ) - Leader
Kim
Sihoon (BNM) - Center
Song
Yuvin (Music Works) - Main Vocal
Choi
Suhwan (Individual) - Sub
Vocal
Kang
Hyeonsu (AAPY) - Sub Vocal
Keum
Donghyun (C9) - Rapper
Pertama dari susunan trainee. Aku tidak bisa berkomentar
banyak soal susunan mereka, karena kebetulan aku sendiri kurang mengetahui
posisi sebenarnya mereka, kecuali Yuvin dan Suhwan. –Mungkin karena aku yang
tidak fokus menonton-.
Okay,
kamera diawali dengan ikan badut(?). Sebenarnya aku sendiri tidak tahu apa
maksud dari munculnya ikan badut serta ikan-ikan lainnya yang berupa balon di stage. Dan yang aku ‘tangkap’ dari lagunya-pun
tentang ‘perasaan terkejut akan jatuh cinta pada seorang gadis(?)’ yah kurang lebih begitu lah.
Jadi dimana korelasi
ikan badut ini ? hahaha tapi aku
tidak begitu ambil pusing. Yahh walau
sebenarnya ini menjadi point negative
dari konsep panggung.
Lagu diawali dengan
formasi bintang, dimana Kim Sihoon(BNW) sebagai pusat berada ditengah. Untuk-ku
pribadi formasi bintang di awalan lagu cukup bagus, ditambah dengan mereka yang
bernyanyi bersama-sama sebagai intro. –Sebenarnya untuk pola bernyanyi bersama,
formasi bintang sudah mudah ditebak-
Kemudian dilanjutkan
Song Yuvin(Music Works) sebagai main
vocal melakukan part solo-nya. Sampai
memasuki reff, aku merasa baik-baik
saja. Hyeonsu, Yuvin, Donghyun, dan Sihoon melakukan part mereka dengan baik. Disini aku tidak tahu, apakah Suhwan sudah
mendapat part-nya atau belum.
Okay,
masuk reff aku sedikit meh dengan koreo mereka. Bukan, bukan
karena koreo itu jelek. Lebih kepada ‘apa nyambungnya sama konsep pantai dan
ikan-ikan badut ?’. Beneran deh, jika saja stage
di ganti dengan gaya sedikit seperti jalan raya dimalam hari, atau club mungkin, akan terlihat lebih baik.
Saat ikan-ikan-nya
goyang aku sedikit tertawa hahaha.
Di bagian reff ini, Suhwan menurutku cukup banyak
mendapat sorotan. Setelah reff,
Sihoon dan Donghyun mulai dengan rapp mereka.
Walau aku bukan penikmat rapp, tapi
menurutku ini sudah cukup ‘nyaman’ ditelinga. Apalagi dengan bagaimana Sihoon
dan Donghyun yang membawakannya lebih ekspresif.
Lalu koreo yang kurang
lebih sama dilakukan sampai reff ke-2
berakhir. Sampai di detik ini, aku belum mendapat sesuatu yang special dari Park Sunho, terlepas dari part solo-nya. Mungkin kurangnya ekspresi
?
Saat masuk part ini, jujur saja ini buatku kagum. Bukan
karena rapp-nya, tapi ekspresi
Donghyun yang benar-benar bermain. Seperti menyeringai, tapi membuat kesan
keren.
Lalu berikutnya ‘serangan’
main vocal. Yuvin melakukannya dengan
baik dan reaksi-ku kurang lebih sama seperti Yohan.
Dan berikutnya sama
dengan reff sebelum-sebelumnya. Aku
sedikit bingung, apa Yuvin hanya mengambil nada tinggi saat tadi saja ? karena
berikutnya reff sama saja. Mungkin di
stage lebih terlihat heboh karena ada
asap dan background bola-bola.
Aku pribadi sedikit ‘kecewa’.
Tidak ada improve –menurutku-, jadi
yah so so, sampai lagu berakhir aku
hanya bereaksi senyum. Bagus ? aku sudah yakin. Tapi special ? aku tidak dapat.
Team
ini mendapat peringkat terbawah. Aku sendiri sebagai penonton beda negara,
setuju dengan hasilnya. Di lihat dari segimanapun(Kita lupakan dulu fakta bahwa
pick kita berada di tim SSG), perfomance ini paling ku anggap flat. Ditambah konsep panggung meh dan ke kanak-kanak-an.
Lagu sendiri aku sama,
tidak bisa berkomentar banyak. Bagus, asyik, bikin pengen goyang, cuman yah aku lebih suka menikmati lagunya
saja. Ingat, ini hanya opini-ku saja.
Kesimpulan untuk team Super
Special Girl, overall bagus. Tapi
hanya pada stage perfomance saja. Untuk panggung sendiri yah sudah seperti yang
kubilang di atas.
Tapi aku tetap bangga
dengan team ini. Kerja keras mereka lebih
banyak dibanding 3 team yang lainnya.
Mendapat 3 orang baru lalu mengatur posisi dan beradaptasi dengan lagu baru.
Kurasa waktu yang disediakan masih kurang untuk aku pribadi.
Aku hanya kecewa dengan
balon ikan. Sudah itu saja.
Nilai dari aku pribadi
yaitu 7/10.
4.
Monday To Sunday
Lee
Seijin(iMe) - Leader
Tony(Hongyi) - Center
Lee
Hyeop(individual) -
Main Vocal
Nam
Dohyun(MBK) - Main Rapper
Jo
Changwook(Woolim) - Sub Rapper
Kim
Mingyu(Jellyfish) - Sub Vocal
Kim
Dongyoon(Woolim) - Sub Vocal
Well,
Dongyoon menjadi sub vocal cukup
mengejutkan untuk-ku. Tapi jika mengingat dia adalah trainee X, aku memahami kenapa dia di tempatkan di sana. –Tidak ada
tempat lain, mau tidak mau, harus berada disana-.
Tim ini aku rasa adalah
tim yang paling nekad. 5 orang baru,
lalu berlatih sebentar dan mengambil trainee
X. Dan review mereka di eps 8 pun cukup memprihatinkan.
Tapi disinilah letak
serunya. Aku pribadi lebih exited
dengan tim ini semenjak mereka menerima pick-ku
(Kim Mingyu –yah ini subjective-), lalu menerima Dongyoon
(lagi-lagi subjective karena aku
mendukung trainee Woolim) dan
masuknya Lee Hyeop.
Di tendangnya Hyeop
dair U Got It menurutku keuntungan untuk dia sendiri. Jika masih bertahan
disana, sudah dipastikan dia akan tenggelam karena yahh monster Produce X
101 berkumpul disana.
Pertama aku mau me-review outfit mereka. Jas dengan tambahan aksesoris(maaf, aku tidak tahu
namanya hahaha) menurutku perpaduan
yang pas. Mereka terlihat elegant dan
dewasa, bahkan Dohyun yang usianya masih 14 tahun(Umur Internasional).
Lalu figure yang menyerupai mesin berputar
dan juga jam, juga memberi kesan bagus untuk-ku. Walaupun stage tidak seramai Super
Special Girl, tapi Monday to Sunday
bagiku terlihat lebih nyaman dilihat. –Kebiasaan Produce X 101 adalah memberi filter cerah berlebihan, apapun itu konsep
yang menggunakan warna cerah, akan terlihat sangat terang, menutupi warna asli.
kurasa M-Net kurang dalam mengatasinya-
Lagu dimulai dengan
lantunan piano juga koreo yang seakan ikut bermain. Mingyu dan Changwook
melakukannya cukup baik, namun dimataku mereka masih terlihat tidak sinkron. Entah
Changwook yang terlalu cepat, atau Mingyu yang terlalu santai. Tapi itu tidak
begitu membuat masalah untuk-ku.
Berikutnya gerakan
seksi di tambah jentikan jari. Jika aku tidak tahu umur asli mereka, aku akan
menganggap luar biasa. Tapi sayang, aku tahu umur mereka dan itu sedikit
membuatku ‘geli’.
Tony memulai lagu
dengan suaranya yang khas. Cukup
baik, ditambah dengan Hyeop sebagai backing
vocal. Keduanya cukup serasi –dalam hal suara-, tidak ada yang berusaha
terlihat lebih baik. Itu bagus.
Lalu Seijin dan Mingyu
melakukan part mereka. Untuk Seijin
aku tidak terlalu terkejut, vocal dia
di To My Youth cukup baik, jadi aku
tidak begitu berharap dia bernyanyi melengking. Tapi aku berharap bisa mendapat
satu marimong-nya.
Kembali ke mereka
berdua, menurutku keduanya cukup baik, terutama untuk Mingyu. Jika membandingkan
ini dengan 7th Sense atau To My Youth, aku merasakan suara Mingyu
disini lebih ber-emosi.
Sampai part berikutnya yaitu Changwook dan
Dohyun sebagai rapper. Aku masih
merasa baik. Keduanya sama, tidak mengecewakan untuk-ku.
Dan selanjutnya
Dongyoon. Anak ini kembali membuatku kaget. Setahuku, selama aku menonton
Produce X 101 ini, dia bisa kukatakan yang paling lemah dalam bernyanyi
diantara trainee woollim lainnya. Tapi
disini dia berhasil merusak pendapatku.
Well,
berikutnya kembali bagian Mingyu. Cara dia bernyanyi, berekspresi dan menatap
kamera, kurasa adalah yang terbaik sejauh ini –untuk perform MTS ya, lain lagu, lain cerita-.
Bagian Dohyun adalah
bagian yang paling kusukai. Koreo dia berjalan sambil rapp dengan suara yang wah.
Lalu ekspresinya yang wah. Aku masih
tidak percaya dia berusia 14 tahun.
Lalu masuk reff. Mungkin sebagian fans K-Poper zaman sekarang yang masih
baru-baru akan merasa aneh jika mendengar lagu dinyanyikan 3 sampai 4 orang
bersamaan. Tapi untuk-ku, itu bagus. Selagi nyanyian mereka baik.
Setelah reff, Dohyun dan Changwook mengambil
giliran. Untuk Dohyun, aku suka bagaimana dia berekspresi. Tapi untuk Changwook,
aku berfikir ‘apa dia sedang ada masalah ?’, wajahnya terlihat lesu.
Di reff ke-2, mereka melakukan rotasi center. Dan memilih Mingyu, sedikit buatku terkejut. Tapi hasilnya
cukup baik, walau anak itu masih sedikit terlambat ketukannya. Untung segera
berganti dengan Tony.
Perihal komentarku
tentang ekspresi Changwook sebelumnya. Aku sedikit menyesal saat sorotan ini.
Ekpresi lesu dan datarnya terlihan bagus dan cocok sekali. Yahh kupikir untuk bagian ini terlihat bagus, tapi tidak untuk yang
lain.
Lalu berikutnya Mingyu
dan Tony. Oke, aku beruhaha berfikir positife.
Aku anggap Tony sebagai pilar rumah. Dan lagi-lagi Mingyu berhasil membuatku
tersenyum bangga.
Kemudan memasuki reff terakhir, Hyeop menyerang dengan nada
tinggi. Entah kenapa saat dibagian ini suaranya terdengar lembut. Jarang sekali
aku mendengar nada tinggi yang terdengar lembut. –Kebanyakan melengkin dan
sedikit membuat pusing-
Confetti muncul
dan yah klimaks dari lagu ini di
atasi dengan sangat baik. Mereka menari bebas dan Hyeop melakukan nada tinggi 5
tahap. Ini yang membuatku benar-benar speachless.
Aku tidak tahu kenapa aku bisa merinding saat mendengarnya.
Dan hei, siapa yang menyangka bahwa
sebelumnya tidak ada niatan Hyeop melakukan 5 tahap. Setahuku hanya tiga, dan
ide Hyeop menaikan 2 tahap lagi benar-benar luar biasa. Perpaduan yang pas.
Menjelang lagu
berakhir, aku hanya bisa senyum-senyum sendiri. Tidak menyesal pernah mendukung
tim ini. Apa yang mereka lakukan sangat baik.
Untuk lagu, pada
awalnya aku tidak begitu suka dengan Monday
to Sunday. Tapi saat kucoba dengar-dengar lagi, lagu ini sangat bagus saat
didengar berulang-ulang. Berbeda dengan Super
Special Girl, yang menurutku hanya bagus saat pertama kali mendengar.
Dihitung sampai aku
membuat postingan ini. Aku paling sering mendengarkan Monday to Sunday.
Untuk dance, aku mengakui mereka masih sedikit
minus. Tapi kurasa dance sempurna
tidak akan lengkap jika tidak bermain ekspresi,
bukan ? Tim ini membuktikan itu.
Kesimpulan dariku, aku
sangat senang sudah menikmati dan justru berterimakasih kepada tim U Got It dan
Pretty Girl yang telah mendepak Mingyu, Seijin, Changwook, Dohyun dan Hyeop.
Mereka sangat layak berada di Monday to
Sunday.
Tony sendiri bagiku
sudah melakukan pekerjannya sebagai center
dengan baik. Ekspresi yang kuat kurasa menjadi nilai plus untuk dia. Tony membuktikan dia bukan hanya sekedar kepingin jadi center, tapi dia layak dan bisa bekerja sebagai pusat dalam tim.
Untuk Dongyoon yang
hanya mendapat bagian Oh no, no, no, no,
no. Aku bangga dengan dia. Menjadi trainee
X dan hanya mendapat part sedikit,
tidak membuat dia menyerah dan pasrah di stage.
Justru sebaliknya, ia ingin tampil baik dan tidak membuat tim menjadi bolong.
Dan aku berterimakasih
banyak pada cameraman. Terimkasih karena
telah memberi screentime yang rata
dengan tim Monday to Sunday walau jumlah mereka 7.
Nilai dariku untuk tim
ini adalah 8.5/10.
3.
Pretty Girl.
Ham
Wonjin(Starship) - Leader
Son
Dongpyo(DSP) - Center
Kang
Minhee(Starship) - Main Vocal
Koo
Jungmo(Starship) - Sub Vocal
Song
Hyungjun(Starship) - Rapper
Lee
Jinwoo(Maroo) - Rapper
Aku tidak salah kan menulis Jinwoo dan
Hyungjun sebagai rapper ? yang aku
lihat mereka memang tidak begitu banyak bernyanyi sebagai vocalist.
Okay,
pertama sebelum memasuki perfomance,
aku akan me-review stage concept-nya terlebih dahulu.
Sesuai lagunya, konsep
panggung sangat mudah di tebak. Apalagi jika tidak berjauhan dengan hal-hal ‘imut,
manis dan flower boy’. Selama aku menonton produce, aku selalu bosan dengan konsep ini. Di mulai dari Oh Little Girl, Rolling, dan sekarang Pretty Girl.
Penampilan dimulai
dengan koreo seperti di dalam photo box.
Aku tidak tahu kenapa harus dimulai seperti ini. Ini terlihat bagus untuk
dilihat sebagai rekaman video, namun untuk dilihat secara Live, kurasa kurang.
Kemudian dilanjutkan
dengan koreo ceria seperti berjalam sambil melompat(?). Disini aku jadi
teringat dengan Rolling Rolling-nya Produce
48. Dan keduanya memberi kesan yang sama, yaitu fresh dan happy.
Mereka mulai bernyanyi
satu persatu, dimulai dari Jungmo > Wonjin > Dongpyo > Minhee. Ke-empatnya
tampil baik. Akupun cukup nyaman dengan nyanyian mereka, terutama Minhee dan
Jungmo.
Masuk ke reff, aku masih menikmati perfomance mereka. Bagaimana
mengatakannya yah, mereka sangat ceria
dan enerjik secara bersamaan. Walaupun vocal
mereka sedikit goyang, tapi sedikit teralihkan dengan cara mereka menari dan
berekspresi.
Dongpyo sebagai center kulihat memang sangat cocok. Tapi
seandainya ia ‘sedikit’ mengurangi cara bergaya imutnya, aku rasa itu jauh
lebih baik. Sampai detik ini, aku merasa Dongpyo over dalam berekspresi.
Padahal aku suka
bagaimana saat dia perform Believer.
Sebentar, apa mereka
bernyanyi bersamaan di reff ? atau
hanya Minhee saja ? aku merasa vocal
Minhee sangat kuat disini.
Jungmoo menjadi orang
berikutnya yang bernyanyi. Sejak Attention,
aku cukup mengakui vocal si raden ini cukup bagus. Dan disini, aku
berpendapat sama.
Berikutnya bagian
Hyungjun dan Jinwoo. Sudah bisa kutebak apa yang akan mereka lakukan di tim
ini. Sudah pasti bergaya polos dan imut, benar ? image mereka di produce memang
seperti itu.
Tapi jika aku mengikuti
selera, maka aku akan mengkritik pedas mereka berdua. Tapi disini aku berusaha
tidak berpacu pada selera pribadi.
Berikutnya, bagian
Jinwoo dan Hyungjun berada di pusat, sedikit merusak pandanganku pada mereka di
lagu ini. Mereka berdua sangat-sangat baik dalam menari. Dan aku mengakui.
Sebenarnya aku merasa main vocal
di lagu ini ada 2. Yaitu Jungmo dan Minhee. Yang membedakan mereka hanya Minhee
mendapat bagian nada tingginya, sedangkan Jungmoo tidak.
Tapi keduanya memberi impact yang sama untukku.
Dan lagu ditutup dengan
formasi membentuk hati. Dongpyo berada ditengah lalu melakukan koreo khas lagu
ini. Lagi dan lagi, jika aku mengikuti selera, aku akan mengatakan kalau cara
seperti sangat buruk.
Hal pertama yang aku
dapatkan saat lagu ini pertama kali diperkenalkan itu pemuda yang manis dalam
bersikap dan bersifat ceria. Tapi entah kenapa saat tim ini membawakannya,
mereka sedikit merusak apa yang aku pikirkan.
Ingat ini hanya
opini-ku saja.
Hanya Jungmo, Wonjin
dan Minhee yang tepat ke konsep pemuda bersikap manis dan ceria. Untuk Dongpyo,
Hyungjun, dan Jinwoo lebih terlihat seperti bocah kecil yang menyuarakan ‘cinta’.
Jika kalian bertanya
apa salahnya bersikap manis seperti bayi ? maka aku akan menjawab, suara gitar
listrik di lagu ini cukup menjelaskan bahwa pemuda dalam lagu ini bukan pemuda
yang terlalu polos.
Ingat ! ini hanya
opini.
Kesimpulan dariku, tim Pretty Girl telah cukup baik membawakan
lagu itu. Aku pribadi lebih senang mendengar versi Demo-nya.
Tapi setidaknya aku
bangga dengan Minhee, Hyungjun dan Jungmo. Kenapa ? aku termasuk penonton yang
lebih fokus kepada kelas X. Dan mereka bertiga berasal dari sana. Menampilkan
penampilan sebaik ini, membuatku merasa bangga pernah melihat mereka sebagai kelas
X.
Sisanya yah bagus.
Nilai dariku untuk tim
ini adalah 7/10.
Untuk Move dan U Got It
akan aku buatkan di postingan berikutnya. Karena akan terlalu panjang jika
semua kutulis disini.
Overall,
tiga penampilan di atas masih sangat ku nikmati. Aku tidak merasa ‘lebih baik season ini, season itu’. Aku melihatnya sama. Hanya saja saat dulu terasa bagus
dan seru karena masih baru-barunya produce ada.
Pick-ku sendiri adalah
Kim Mingyu, Cha Junho dan Lee Hyeop. Apapun hasil mereka di eliminasi nanti,
aku akan tetap bangga.
M-net uler
? aku bosan dengan itu.
Bagaimana menurut teman-teman untuk tiga tim diatas ?




